Pusaka Leluhur

Pusaka Leluhur

Jumat, 04 Januari 2013

Pemahaman Tentang Ilmu Ghoib Dengan baik dan benar


mungkin ada di benak teman semua pernah bertanya pada diri sendiri mengapa ilmu yang saya amalkan tidak ada hasilnya ??

I. sy sudah berpuasa sekian hari & wirid sekian puluh, ratus, ribu. bahkan puluhan ribu tapi tidak kunjung mendapatkan ilmu yang dimaksud.
II. sy sudah berguru sekian tahun tapi sy belum bisa mengamalkan ilmu sy.
III.beberapa ilmu yang sy kuasai tak membuahkan / merasakan apa apa
IV. kadang ilmu sy bisa di pakai kadang tidak
V. sy seorang pengamal ilmu tapi sy tidak merasakan getaran tertentu dalam diri sy
VI. sy selalu berdoa dan tidak lupa beribadah kenapa doa sy tak kunjung dikabulkan juga

Berikut titik permasalahan dan pemecahanya
dalam mengamalkan suatu ilmu mempunyai dasar atau yang disebut dengan wadah.
wadah di ibaratkan sutu benda(rumah) dan ilmunya kita ibaratkan (benda/barang). sebelum kita mempelajari / menuntut ilmu kita harus mempunyai 3modal dasar yaitu 1.Yakin 2.Percaya 3.Pasti Bisa. kurang dari ke 3 modal tersebut dapat dipastikan tidak akan berjalan dengan baik. ke 3 modal tersebut jg harus dijalani dengan sejajar dan perlunya keseimbangan. Hukum Alam yang tidak dapat dipungkiri adalah keseimbangan coba bayangkan bila bumi ini kehilangan keseimbangnya apakah yang terjadi???? intinya semua harus memiliki keseimbangan. begitupun sama dalam diri kita. diperlukan, dibutuhkan keseimbangan yang sejajar dan selaras dengan baik.

1.Yakin keyakinan yang kuat dapat membangkitkan Alam bawah sadar serta dapat membuat pola rohaniah menjadi terarah dengan baik sesuai tujuan dan dimana sudah saat mencapai titiknya suatu keinginan akan mengikat suatu angan dan harapan kita menjadi mudah diraih dan dipermudah nya suatu jalan yang menuntun kita untuk menggapainya. contoh : kita yakin akan ada nya sang Pencipta (Allah). mengapa?? apa kita Pernah liat? dari mana asalnya? apakah kita tau? itulah suatu bukti pencerminan meyakini yang hal ghoib tanpa selalu membutuhkan hal yang rasional yang dapat terjawab. semua akan terjawab mengilhami diri kita sendiri.

2.Percaya suatu kepercayaan tidak saja dibutuhkan sebagai modal dasar ilmu ghoib namun perlu diterapkan dalam menjalani kehidupan sehari hari. percaya merupakan suatu awalnya keniatan. kita yakin dan percaya hidup kita bisa menjadi lebih baik dari sekarang. contoh kita pengangguran tidak meiliki pekerjaan apakah kita akan begini saja hanya menunggu yang berbelas kasih dan harapan dapat pertolongan??? (orang yang berfikir seperti itu adalah orang yang tidak punya gambaran masa depan. orang malas yang tidak memilki arti makna kehidupan). ingat kita tidak akan sukses jika tanpa memiliki semangat untuk merubahnya maka yakini dan percaya kita bisa menjadi lebih baik. belajarlah ngaji rasa (mengkaji diri sendiri) dimana letak kemampuan kita apa skill kita? maka kembangkanlah menjadi sesuatu hal yang berguna bagi kemaslahatan orang banyak maka cepat atau lambat akan ada jalan yang membuat kita bankit dari keterpurukan hidup.

3.Pasti Bisa baik kita sudah memiliki Keyakinan dan kepercayaan bahwa kita dapat mewujudkan apa harapan kita namun kita bimbang apakah mungkin?? apakah bisa kita menggapainya??? ternyata gagal. kandas ditengah jalan. berputus asa??? disinilah letak kurang motivasi anda. kalah sebelum berperang. kesuksesan itu perlu pengorbanan peluh, sakit, dahaga, semua diperlukan untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan layak. maka disini kita memerlukan 1 modal lagi yang wajib kita miliki ya itu "Pasti bisa" maka terkumpulah 3 modal dasar pedoman hidup 1.Yakin 2.Percaya 3.Pasti bisa. maka terapkanlah prinsip dasar tersebut dan bawalah bersama kehidupan sehari2. tidak ada jalan yang mudah untuk menggapai kesuksesan. bahkan contoh kasarnya Nyupang/ngepet pun tetap saja perlu pengorbanan. ingat Monas tidak berdiri dalam 1 malam. kaskus tidak terbentuk menjadi komunitas besar dalam 1 malam. semuanya perlu pengorbanan, ketekunan, ketelatenan yang didasari keyakinan kepercayaan dan pasti bisa.
ibaratnya walaupun candi borobudur dan gunung tangkuban perahu berdiri dan terbentuk dalam 1 malam namun tidak mudah menjadi seorang Bandung Bondowoso yang diperlukanya laku tapa dan tirakat berat. didunia ini tidak ada yang di gapai dengan mudah dan sekejap kecuali Allah.

Berikut penjabaranya masalah awal tadi bahwa mempelajari ilmu ghoib dengan benar memerlukan suatu wadah yang di ibaratkan dengan rumah.
1.wadah pada dasarnya daya tampung ada yang memiliki semenjak lahir(keturunan, nitis, ketumpangan) bagi kaum ini lah ilmu yan dengan tidak dipelajaripun akan datang dan dimengerti dan aktif sendirinya karena sudah mempunyai cikal bakal dalam dirinya / duplikasi dari ortu / leluhurnya terdahulu. sistem keturunan ini tidak mesti berurut contoh kakeknya bisa bapakknya tidak bisa maka kemungkinan besar akan meloncat ke anaknya atau cucunya

2.bagi kaum awam diperlukanya pembentukan dasar hingga sampai terbentuknya wadah dimulai dari pondasi pasang bata dll samapi terbentuknya rumah(wadah) tersebut yang kelak digunakan untuk tempat suatu ilmu yang akan dipelajari. kesalahan ini yang paling banyak di dapat dalam kehidupan sehari2. makanya kadang ilmu yang dikuasai tidak pernah jadi atau tidak karuan dikarenakan tidak memiliki suatu tempat yang menampungya(wadah/rumah) pada orang tertentu mengakibatkan gangguan mental dan kejiwaan biasanya pada orang yang mempelajari ilmu tanpa bimbingan(guru) belajar dari buku, belajar senemu nemunya (sedapat dapatnya) tanpa arah. dan bedanya dengan yang keturunan kita yang membuat pondasi dari awal mempunyai keterbatasan tempat di ibaratkan rumah(wadah) kita isi kulkas, lemari, mobil dll (ilmu) lama2 akan penuh dan tidak muat lagi. maka untuk memasukan barang (ilmu) lainya harus ada yang dibuang beda dengan yang keturunan dan bakat alaminya muatan(wadah nya tidak berujung tanpa batas)

mempelajari suatu ilmupun mempunyai tata cara tertentu dan berbeda beda. lihat di atas
I.penyebabnya kesalahan ditata cara berpuasa bukan hanya saja di perut dan mulut namun harus bersih hati juga jaga sikap, perasaan, omongan yang menyinggung dan menyakitkan orang lain. pengamalan bacaan juga bisa menjadi faktor contoh membaca dengan terpaksa, keadaan ngantuk, melebihi bilangan yang ditentukan perlu diketahui bilangan setiap bacaan tertentu mempunyai makna dan kunci tersendiri(tidak boleh kurang dan lebih). dibaca secara cepat tanpa mengerti dan tujuannya apa yang diucapkan. pengamalan ini memerlukan kesungguhan hati yan tulus serahkan pada sang Ilahi. karena semakin kita memaksakan kehendak dengan memaksa tanpa ketulusan akan semakin jauh didapat. jangan dicoba atau dijajal sebelum lelakonya selesai. tata cara yang benar adalah suci(keadaan wudu), duduk bersila, punggung tegak, dengan tenang, ikhlas, sedikit senyum dan lakukan ditempat tenang/sunyi. tenang penuh penghayatan perhatikan dan pahami kata yang diwirid(diucap) minimal terdengar jelas ditelinga sendiri jangan sampai lamat/kabur. sebelum bacaan selesai dengan meninggalkan tempat atau berbicara karena akan gagal maka ulangi bacaanya dari awal sampai selesai.

II.Itu kembali pada anda sendiri apakah banyak aliran yang dicampur adukan(pindah2 guru, dan ajaran) karena pada dasarnya setiap perguruan mempunyai cara tekhnis yang berbeda dan setiap ajaran jika dicampur adukan tidak selamanya cocok dan menyatu yang ada malah akan membawa diri pada efek buruk seperti. suka murung sendiri. tidak menyukai keramaian. tidak suka bergaul, malu bertemu orang. ngepok(gila karena ilmu). susah dipercaya orang karena parahnya pancaran aura dari diri kita, tidak dilirik lawan jenis

III. Ingat baik2 apakah benar sesuai aturan langkah demi langkah dan memenuhi syarat(tata caranya) baca I / meloncat(tanpa dasar)

IV. Ini terletak difikiran. kadang ilmu bisa digunakan saat tertentu (terdesak,benar2 dibutuhkan) nah sebenarnya pelajarilah sifat dan daya pola otak anda sendiri jangan banyak bersedih, berfikir jor*k, banyak melakukan perbuatan tidak terpuji, suka minum2an keras, obat2an karena ini mengganggu keselarasan kerja otak bila anda belum bisa benar menguasainya

V.Berarti anda belajar tidak sesuai aturan dan tahapan. dan tidak terciptanya suatu wadah dengan baik

VI. kembali pada diri anda sendiri apakah tujuan doa anda baik / tidak. ibaratnya seorang anak yang disuruh berlaku baik pada orang tua malah dy membantah, lupa akan kewajiban, berprilaku buruk dan sebagainya yang membuat orang tua anda jenuh dan kesal. dan disaat kemudian hari saat orang tua kesal dengan kelakuan sang anak dy datang berkata mah... pah... aku pengen beli mobil dan pengen punya kantor. otomatis karena sang anak tidak bisa berlaku baik dan membahagiakan orang tua maka orang tua acuh dan tidak mempedulikanya. sama halnya kita apa kita berdoa dan memohon dikala perlunya saja sedangkan kelakuan kita seperti itu yang sudah diberi toleransi tapi tak menghiraukanya di kala sudah senang dan terwujud maka kita lalai dan lupa akan kewajiban kita.

**Mengamalkan Suatu ilmu perlu kesabaran, ketekunan dan tata caranya sendiri** kita berpuasa berdoa/wirid jangan terfokus pada apa yang kita maksud dan kita tuju kita serahkan semuanya pada sang pemiliknya Allah. di ibaratkan puasa & wirid = uang. & ilmu yang dituju dibaratkan = motor. kita mempunyai uang(puasa&doa) ingin membeli motor(tujuan) lantas kita berikan uang(puasa) nya pada motor(tujuan) apakah motor(tujuan) tersebut akan ikut dan jadi milik kita??? tentu tidak karena semua memerlukan proses dan tata caranya ssendiri. maka caranya kita berikan uang(puasa&doa) kita pada sang pemilik deaer nanti dy akan memproses dan mengantarkannya sendiri pada kita. Begitu halnya juga Puasa dan doa kita. kita panjatkan dan pasrahkan pada Allah maka Allah juga akan memberikanya pada kita. jangan terlalu terikat dan majemuk pada keinginan tersebut.

**Hebat tidaknya seseorang bukan dilihat dari penampilan

** penampilan bisa saja menipu

**Orang yang bijak ialah orang yang meniru ilmu padi

** semakin berisi semakin menunduk

**Menggunkan Ilmu seperlunya saja untuk hal bermanfaat**

**Bisa mengkaji rasa

** bisa mengontrol ucapan, prilaku dan tingkah

**Ngaji tatah** bisa membagi posisi kita berada

**Tua Muda bukan sebagai tolak ukur

** setiap orang mempunyai kemampuan dan pemahaman berbeda{jcomments on}

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar